Selasa, 05 September 2017

Agama dan Perpecahan Sebuah Negara

Jika berbicara mengenai India, Pakistan, dan Bangladesh, pasti tidak akan terlepas dari konflik yang terjadi di antara mereka.

India, Pakistan, dan Bangladesh merupakan negara-negara modern yang artinya adalah suatu institusi yang memiliki arsitektur rasional melalui pembentukan  struktur penataan yang rasional. Negara modern melahirkan suatu kehidupan dan tatanan dengan struktur yang rigid yang belum dikenal sebelumnya dalam sejarah perkembangan manusia. Diantaranya adalah dengan mengadakan strukturalisasi hukum menjadi badan legislatif, eksekutif, yudikatif

Konflik Kashmir atau konflik persengketaan wilayah antara Pemerintah India, Gerilyawan Kashmir, dan Pemerintah India dalam masalah kendali atas Kashmir. Lalu, bagaimana awal mula konflik tersebut?

Konflik Kashmir tersebut bermula sejak pemisahan India yang  terjadi setelah Perang Dunia II, saat Britania Raya dan Kemaharajaan Britania berhadapan dengan tekanan ekonomi akibat perang dan demobilisasinya. Pemisahan tersebut seharusnya bisa menghasilkan hubungan yang damai, Namun, Pemisahan Kemaharajaan India menjadi India dan Pakistan pada tahun 1947 tidak memisahkan dua bangsa melalui agama secara bersih. Hampir sepertiga populasi muslim,  Kemaharajaan India tetap tinggal di India, hal ini  yang mengakibatkan adanya diskriminasi antar umat beragama di India. Kekerasan antar-masyarakat, antara pengikut Hindu, Sikh dan Islam, menghasilkan korban sekitar 500 ribu sampai 1 juta jiwa.

Pertikaian tidak hanya berhenti disitu, Sejak pemisahan India di tahun 1947, terdapat tiga perang utama dan satu perang kecil antara India dan Pakistan, serta beberapa perkelahian dan pertikaian di perbatasan, yaitu pada tahun 1965, 1971, dan 1999.

Di tengah-tengah pertiakaian India-Pakistan yang belum selesai, pada 26 Maret 1971 - 16 Desember 1971, terjadi konflik bersenjata antara Pakistan barat dan Pakistan Timur, yang berakhir dengan pisahnya Pakistan Timur menjadi Bangladesh. Konflik ini diakibatkan karena Pakistan Barat yang jauh lebih dominan dan sering mengeksploitasi perekonomian Pakistan Timur. Akhirnya pada tanggal 25 Maret 1971, meningkatnya ketidakpuasan politik dan nasionalisme budaya di Pakistan Timur menyebabkan dilakukannya operasi penekanan oleh pasukan Pakistan Barat yang brutal, yang disebut Operasi Searchlight.

Pasca konflik antara Pakistan Barat dan Pakistan Timur (Bangladesh) terjadi perbedaan politik diantara negara tersebut, dikarenakan kekuatan politik yang dipegang kuat oleh Pakistan Barat, terutama punjabi, meskipun Pakistan Timur (Bangladesh) merupakan mayoritas. Karena sistem representasi langsung berdasarkan populasi akan memusatkan kekuatan politik di Pakistan Timur, pendirian Pakistan Barat dilakukan dengan skema "Satu Kesatuan", dengan seluruh Pakistan Barat dianggap sebagai satu provinsi. Hal ini semata-mata dilakukan untuk mengimbangi suara sayap Timur. Ironisnya, setelah Timur memisahkan diri untuk membentuk Bangladesh, provinsi Punjabi meminta dengan tegas bahwa politik di Pakistan Barat kini ditentukan dengan basis suara langsung.

daftar pustaka
1. http://justfatoer.blogspot.co.id/2016/03/negara-modern-dan-sosiologi-hukum.html?m=1
2. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Kemerdekaan_Bangladesh
3. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Konflik_Kashmir
4. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_dan_konflik_India-Pakistan
5. http://www.mirajnews.com/2015/09/kashmir-antara-egosentrisme-dan-politik-internal.html/amp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar